Perang Antara Tukang Foto Freelance dengan Juragan Foto

Copyright logo - by pharmamanage

DISCLAIMER: Semua konten yang terkandung dalam artikel blog ini adalah murni hasil dari tulisan penulis dan semata-mata untuk memenuhi tugas kuliah saja. Apabila terdapat konten yang mengandung penyimpangan atau sindiran terhadap suatu grup, lembaga maupun perorangan adalah tanggung jawab penulis dan tidak ada kaitannya dengan dosen ataupun pihak universitas.

Di dalam bisnis fotografi, pemberian copyright untuk setiap karya sangatlah penting. Copyright adalah hukum yang memberikan  seseorang/organisasi/perusahaan suatu hak kepemilikan atas hal-hal yang dibuat. Baik berupa lukisan, foto, ataupun novel. Copyright membantu dalam hal perlindungan terhadap hak cipta, mempublikasikan, dan perlindungan terhadap kemungkinan tindakan pencurian karya atau aksi plagiat.

Di penghujung tahun 2013, dunia sempat digegerkan atas adanya gugatan yang dilancarkan ke kantor berita tertua ketiga di dunia atas tindakan “Si Juragan Foto" karena telah menggunakan foto-foto seorang jurnalis foto freelance, Daniel Bojel, untuk dikomersialkan.

Seorang editor kantor berita perancis menemukan foto Bojel dari pengguna media sosial yang kemudian memberikannya ke Si Juragan Foto. Foto-foto itu kemudian disebarluaskan ke klien Juragan Foto. Editor tersebut awalnya berpendapat bahwa istilah layanan pada Twitter mengijinkan penggunaan foto. Namun pada Januari didapati bahwa kebijaksanaan perusahaan diperbolehkan memosting dengan cara “retweeting” foto tapi tidak memberikan hak untuk untuk menggunakannya secara komersial.

Dari kasus tersebut di atas, apabila terjadi di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 Pasal 9 Ayat 3 diketahui bahwa Si Juragan Foto terbukti telah melakukan tindakan pelanggaran hak cipta terhadap foto karya Daniel Bojel karena telah dengan sengaja mendistribusikan foto tersebut untuk tujuan komersial. Atas tindakan tersebut, kantor berita tertua dan Juragan Foto diharuskan membayar denda sebesar 1,2 juta dolar kepada Daniel Bojel.

Hampir setahun setelah kejadian itu, “Juragan Foto” menuntut Perusahaan perangkat lunak perkantoran “Si Program Cilik” karena diduga telah melanggar Copyright. Perusahaan photography tersebut menyatakan bahwa tuntutannya kepada “Program Kecil” karena membuat masyarakat umum dapat memasang foto dari koleksi mereka tanpa membayar royalti.

Hal ini terjadi karena salah satu fitur dari produk “Si Program Kecil” yang memungkinkan penggunanya untuk menampilkan gambar/foto secara online tanpa memperhatikan apakah foto tersebut memiliki hak cipta. Dan diketahui foto-foto yang ditampilkan tersebut banyak yang berasal dari Juragan Foto.

Juragan Foto menyatakan bahwa kerugian yang mereka derita tak terhitung jumlahnya. Sebagai perusahaan yang juga peduli terhadap copyright, “Si Program Kecil” akan menanggapi masalah ini dengan serius. Puncaknya, pada bulan September 2014, “Si Program Kecil” memutuskan untuk menghapus dan mematikan fitur penampil gambar secara online tersebut untuk selama-lamanya. Dan Pembaca bisa cek sendiri hingga tulisan ini dibuat, fitur tersebut masih belum bisa diakses kembali.

Kesimpulannya adalah penggunaan, pengambilan, penggandaan, dan/atau pengubahan suatu ciptaan dan/atau produk secara keseluruhan atau sebagian untuk tujuan komersial bisa dianggap suatu pelanggaran apabila tindakan tersebut dilakukan oleh orang/kelompok yang tanpa seizin pencipta atau pemegang hak cipta. Namun, tindakan tersebut tidak dianggap pelanggaran hak cipta apabila dilakukan untuk keperluan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah dengan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari pencipta atau pemegang hak cipta. Hal ini sesuai dengan yang tercantum pada Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 Pasal 44.


Referensi:

Postingan populer dari blog ini

[UPDATE] TWRP 3.0.0-0 For Samsung Galaxy V SM-G313HZ

Philz Recovery 5.15.9 For Spreadtrum SC8830

[CUSTOM ROM] Nemoid ROM v1