Penalaran Ilmiah

Pengertian

Menurut Minto Rahayu, (2007 : 35), “Penalaran adalah suatu proses berpikir yang logis dengan berusaha menghubung - hubungkan fakta untuk memperoleh suatu kesimpulan.”
Sedangkan Widjono, (2007 : 2009), menjelaskan penalaran dalam beberapa definisi, yaitu :
  1. Proses berpikir logis, sistematis, terorganisasi dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan.
  2. Menghubung-hubungkan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan.
  3. Proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru.
  4. Dalam karangan terdiri dari dua variabel atau lebih, penalaran dapat diartikan mengkaji, membahas, atau menganalisis dengan menghubungkan variabel yang dikaji sampai menghasilkan suatu derajat hubungan dan simpulan
  5. Pembahasan suatu masalah sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa pengetahuan atau pengertian baru.
Dalam pembuatan suatu karya tulis ilmiah, berbagai ide dan konsep akan dituangkan dan ditawarkan oleh penulisnya. Untuk menyampaikan konsep tersebut seorang penulis menggunakan kalimat yang sudah disusun sedemikian rupa sehingga pembaca dapat menerima pesannya dengan baik.

Proposisi sendiri berarti data yang dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar-tidaknya. Agar pembaca dapat menerima data secara benar maka data ini harus dirumuskan dalam kalimat berita yang netral.

Proposisi terbagi ke dalam beberapa macam, di antaranya :

Berdasarkan Bentuk
Proposisi dapat dibedakan ke dalam proposisi tunggal dan proposisi majemuk. Proposisi tunggal merupakan proposisi yang terdiri atas satu pernyataan, sedangkan proposisi majemuk merupakan proposisi yang memuat dua (atau lebih) pernyataan dalam satu kalimat.
Contoh : Semua siswa harus giat belajar dan bersekolah. Kalimat tersebut terdiri dari dua pernyataan, yaitu “Semua siswa siswa harus giat belajar” dan “Semua siswa harus giat bersekolah”.

Berdasarkan Sifat
Proposisi dapat dibedakan ke dalam proposisi kategorial dan proposisi kondisional. Pada proposisi kategorial, hubungan subjek dan predikat terjadi dengan tanpa syarat, contohnya dapat kita lihat pada kalimat “Semua kaca bisa pecah.”. Kemudian pada proposisi kondisional, hubungan subjek dan predikat terjadi dengan syarat, contohnya dapat kita lihat pada kalimat “Kalau tidak dipotong, rambut akan panjang.”

Berdasarkan Kualitas
Proposisi berdasarkan kualitas meliputi proposisi positif (afirmatif) dan proposisi negatif. Proposisi positif adalah proposisi yang membenarkan adanya persesuaian antara subjek dan predikat, contohnya adalah kalimat “Buruh adalah kaum pekerja”, sedangkan proposisi negatif adalah proposisi yang menyatakan bahwa antara subjek dan predikat tidak ada hubungannya, contohnya adalah kalimat “sebagian pohon tidak berbuah”.

Berdasarkan Kuantitas
Proposisi dapat dibedakan ke dalam proposisi universal dan proposisi khusus. Contoh kalimat untuk proposisi universal adalah “Semua orang yang bekerja di pabrik adalah buruh”. Sedangkan contoh kalimat untuk proposisi khusus adalah “Tidak satupun binatang di Taman Safari dibiarkan kelaparan.”

Inferensi dan Implikasi

Inferensi adalah tindakan atau proses yang berasal kesimpulan logis dari premis-premis yang diketahui atau dianggap benar. Kesimpulan yang ditarik juga disebut sebagai idiomatik.

Contoh inferensi
Inkoherensi: tidak ada definisi inferensi deduktif yang ditawarkan. Definisi yang ditawarkan adalah untuk inferensi INDUKTIF.
Implikasi adalah rangkuman atau suatu yang dianggap ada karena sudah dirangkum dalam fakta atau evidensi itu sendiri. Banyak dari kesimpulan sebagai hasil dari proses berpikir yang logis harus disusun dengan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan yang tercakup dalam evidensi (implikasi), dan kesimpulan yang masuk akal berdasarkan implikasi (inferensi).

Implikasi dapat merujuk kepada :

Dalam manajemen : 
- Implikasi prosedural meliputi tata analisis, pilihan representasi, peracanaan kerja dan formuasi kebijakan. 
- Implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan
Dalam logika:
- Implikasi logis dalam logika matematika
- Kondisional material dalam falsafah logika

Jadi, definisi implikasi dalam bahasa indonesia adalah keterlibatan atau keadaan terlibat. Contoh lainnya : implikasi manusia sebagai objek percobaan atau penelitian semakin terasa manfaat dan kepentinganya.

Wujud Evidensi
Secara umum, evidensi adalah semua fakta yang ada baik berupa kesaksian, informasi atau autoritas dan sebagainya yang dihubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Evidensi berbentuk data, informasi atau keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu.

Cara Menguji Data
Data dan informasi yang didapat dan digunakan dalam penulisan karya ilmiah harus merupakan sebuah fakta. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengujian data tersebut untuk mengetahui tingkat kebenaran dari fakta tersebut dan siap digunakan sebagai evidensi.
Terdapat beberapa cara untuk menguji data adalah :
- Observasi
- Kesaksian
- Autoritas

Cara Menguji Autoritas
Ada beberapa cara untuk menguji autoritas, yaitu :
  1. Tidak mengandung prasangka. Pendapat disusun berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan atau diambil dari hasil eksperimen 
  2. Pengalaman dan pendidikan autoritas. Hal ini menyangkut pengalaman dan pendidikan autoritas. Semakin banyak pendidikan dan pengalaman yang dimiliki autoritas akan memperkuat kedudukannya.
  3. Kemashuran dan prestise. Meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas bukan hanya sekedar bersembunyi di balik kemashuran/ketenaran dan prestise pribadi di bidang lain.
  4. Koherensi dan kemajuan Meneliti pendapat yang diberikan autoritas apakah sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman atau koheren dengan pendapat sikap terakhir dalam bidang itu.
Alasan mengapa diperlukan penalaran ilmiah

Penalaran ilmiah diperlukan agar penulis dapat lebih memahami mengenai data dan informasi yang diperolehnya. Dengan begitu penulis dapat menerjemahkannya dalam kalimat yang sedemikian rupa sehingga pembaca dapat lebih memahami informasi yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut.

Dengan penalaran ilmiah seorang penulis akan lebih berhati-hati dalam menyajikan data dan fakta-fakta. Dia akan menguji datanya terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat kebenaran dari data tersebut sehingga menjadi sebuah fakta dan dapat dipertanggung jawabkan.


Referensi :

Postingan populer dari blog ini

[UPDATE] TWRP 3.0.0-0 For Samsung Galaxy V SM-G313HZ

Philz Recovery 5.15.9 For Spreadtrum SC8830

[CUSTOM ROM] Nemoid ROM v1