Cara Penulisan Kutipan Yang Benar di Penulisan Ilmiah

tanda kutip




Tindakan mengutip dalam penulisan karya ilmiah dibenerkan selama menyantumkan sumbernya. Ada 2 cara atau sistem dalam mengutip sumber sebagai rujukan, yaitu sistem catatan dan sistem langsung. Pada sistem pertama identitas rujukan seperti nama penulis, tahun, dan halaman tidak ditampilkan langsung, sedangkan pada sistem kedua identitas tersebut ditampilkan secara langsung.

Kutipan langsung merupakan salinan yang persis sama dengan sumbernya tanpa penambahan (Widjono, 2005: 63), sedangkan kutipan tidak langsung menyadur, mengambil ide dari suatu sumber dan menuliskannya sendiri dengan kalimat atau bahasa sendiri (Widjono, 2005: 64).

1.   Kutipan tidak langsung
Berikut ini cara untuk melakukan kutipan tidak langsung : 
- Menggunakan redaksi dari penulis sendiri (parafrasa)
- Mencantumkan sumber (nama penulis, tahun dan halaman) 
 

Contoh : 
Menurut Riebel (1978:1), karya tulis ilmiah adalah tulisan faktual yang digunakan penulisnya untuk memberikan suatu pengetahuan atau informasi kepada orang lain. 

2.   Kutipan langsung
Berikut ini adalah cara untuk melakukan kutipan langsung : 
- Jika kutipan empat baris atau kurang, 
- Dikutip apa adanya, 
- Diintegrasikan ke dalam teks paparan penulis, 
- Jarak baris kutipan dua spasi (sesuai dengan jarak spasi paparan), 
- Dibubuhi dengan tanda kutip (“….”), 
- Sertakan sumber kutipan di awal atau di akhir kutipan, yakni nama penulis, tahun terbit, dan halaman sumber (PTH atau Author, Date, Page (ADP), misalnya (Penulis, 2012:100), 
- Jika berbahasa lain (asing atau daerah), penulisannya dimiringkan (kursif), 
- Jika ada kesalahan tik pada kutipan, tambahkan kata sic dalam kurung (sic) di kanan kata yang salah tadi, 
- Jika ada bagian kalimat yang dihilangkan, ganti bagian itu dengan tanda titik sebanyak tiga buah jika yang dihilangakan itu ada di awal atau di tengah kutipan, dan empat titik jika di bagian akhir kalimat, 
- Jika ada penambahan komentar, tulis komentar tersebut di antara tanda kurung, misalnya, (penggarisbawahan oleh penulis).

Contoh :
Mengenai pentingnya penelitian di lokasi tersebut Triwurjani dkk. (1993: 7—43) mengatakan sebagai berikut:

Penelitian secara lebih intensif di kawasan Danau Ranau pada tahun-tahun sesudahnya masih dilakukan, yaitu pada tahun 1993 tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional kembali melakukan penelitian berupa survei pada situs-situs di kawasan Danau Ranau, baik yang secara adminstratif berada di Kabupaten Lampung Barat maupun Kabupaten OKU (Ogan Komering Ulu), Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian yang dilakukan menunjukkan temuan-temuan arkeologis dari beberapa situs yang diperoleh memiliki ciri prasejarah hingga klasik.

 
Referensi :



Postingan populer dari blog ini

[UPDATE] TWRP 3.0.0-0 For Samsung Galaxy V SM-G313HZ

Philz Recovery 5.15.9 For Spreadtrum SC8830

[CUSTOM ROM] Nemoid ROM v1