Tugas Teori Organisasi Umum 1 : Menganalisa PT. Bank Danamon Indonesia Tbk.



PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Berdiri pada tahun 1956. Dengan nama awal Bank Kopra, Bank ini kemudian berganti nama menjadi Bank Danamon sejak tahun 1976 dan berasal dari kata “dana moneter.

Pada 1988, seiring dengan paket reformasi perbankan oleh Bank Indonesia atau yang lebih dikenal dengan “Paket Oktober 1988” atau PAKTO88, Bank Danamon menjadi salah satu bank valuta asing pertama di Indonesia, dan menjadi perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.
Tumpuan Danamon untuk memenuhi semua kebutuhan nasabahnya tercermin dari pendekatan bisnis. Fokus perbankan yang universal, diimplementasikan pada tahun 2003 menentukan arah ekspansi bisnis Danamon ke depan. Pada akhir 2004, Danamon telah melengkapi rangkaian segmen usahanya, mulai dari mass market, perbankan komersial dan UKM, perbankan ritel, bisnis kartu kredit, perbankan syariah, perbankan korporasi, tresuri, pasar modal dan lembaga keuangan, serta Adira Finance. Pada 2004 Danamon juga membangun bisnis asuransi dan bisnis keuangan rumah tangga lewat Adira Insurance dan Adira Kredit (dulunya Adira Quantum). Pembelian bisnis kartu American Express di Indonesia pada 2006 memposisikan Danamon sebagai salah satu penerbit kartu terbesar di Indonesia.

Sebagai surviving entity dari peleburan 9 Bank Taken Over (BTO) pada masa krisis keuangan Asia di akhir 1990-an, Danamon telah bangkit menjadi salah satu bank swasta terbesar dan terkuat di Asia. Didukung oleh lebih dari 50 tahun pengalaman, Danamon terus berupaya untuk memenuhi brand promise-nya untuk menjadi bank yang “bisa mewujudkan setiap keinginan nasabah”.

Danamon adalah bank ke-enam terbesar di Indonesia berdasarkan aset, dengan jaringan sejumlah sekitar 2.450 pada akhir Juni 2014, terdiri dari antara lain kantor cabang konvensional, unit Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan unit Syariah, serta kantor-kantor cabang anak perusahaannya. Danamon juga didukung oleh serangkaian fasilitas perbankan elektronik yang komprehensif.


Struktur Organisasi PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Menurut seorang profesor emeritus manajemen di San Diego State University, Stephen P. Robbins, menyatakan bahwa struktur organisasi adalah cara tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan dan dikoordinasikan secara formal. Struktur organisasi bisa juga diartikan sebagai tingkatan-tingkatan suatu organisasi atau kelompok dari level terbawah hingga level tertinggi yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan. Di setiap level/jabatan dalam suatu struktur organisasi perlu adanya pembagian tugas dan wewenang yang jelas serta adanya ketua yang bertanggung jawab atas segala kegiatan organisasi demi tercapainya tujuan.
Terdapat beberapa faktor utama untuk menentukan rancangan struktur organisasi, yaitu :
  • Strategi organisasi untuk mencapai tujuannya.
  • Teknologi yang digunakan.
  • Anggota (karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi.
  • Dan ukuran organisasi.

Berikut ini adalah struktur organisasi PT Bank Danamon Indonesia Tbk.


struktur organisasi Bank Danamon
struktur organisasi Bank Danamon

struktur organisasi Bank Danamon

i PT. Bank Danamon Indonesia Tbk.

PT. Bank Danamon Indonesia Tbk. Dipimpin oleh seorang Direktor Utama yang tugasnya mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan di bidang administrasi keuangan, kepegawaian, kesekretariatan sesuai dengan kebijakan perusahaan dan pemerintah yang berlaku. Adapun dalam pelaksanaannya, seorang Direktur Utama bekerja sama dengan Dewan Komisaris dan Dewan Syariah dan dibantu oleh komite-komitenya. Di antaranya :
  1. Komite Aset dan Liabiliti, tugasnya memaksimalkan laba, meminimalkan risiko dan menjamin ketersediaan likuiditas.
  2. Komite Sumber Daya Manusia, tugasnya mempelajari dan mendiskusikan permasalahan di bidang SDM, menetapkan arah dan kebijakan di bidang SDM.
  3. Komita Fraud.
  4. Komite Risiko, bertugas menelaah kecukupan Kebijakan Manajemen Risiko, serta memberikan pendapat dan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai Kebijakan Manajemen Risiko dan pelaksanaannya.
  5. Komite Bisnis Eksekutif.
  6. Komite Pengarah Teknologi Informasi, bertugas merumuskan dan memutuskan kebijakan jangka panjang dan jangka pendek dalam hal perencanaan dan penerapan teknologi sistem informasi yang akan diterapkan.
  7. Komite Kepatuhan.
  8. Komite Pemantau Risiko, tugasnya mengevaluasi kesesuaian kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaannya.
  9. Komite Nominasi & Remunerasi, bertugas sebagai pengawas implementasi kebijakan pada nominasi dan remunerasi dari Direksi, Tim Manajemen, dan karyawan. Komite ini bertanggung jawab untuk mengawasi tugas dan tanggung jawab Direksi mengenai visi dan misi perusahaan/organisasi, mengembangkan kebijakan sumber daya manusian, evaluasi dan implementasi tata kelola perusahaan terkait kebijakan sumber daya manusia.
  10. Komite Corporate Governance.
  11. Komite Audit, komite ini membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi pengawasan guna memenuhi ketentuan Bursa Efek Jakarta tentang Pencatatan Saham dan Efek.


Manajemen PT. Bank Danamon Indonesia Tbk.


Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. Adalah sebagai berikut :

Direktur Utama
Ho Hon Cheong (Henry Ho).

Dewan Komisaris
  • Komisaris Utama : Ng Kee Choe.
  • Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen : JB. Kristiadi.
  • Komisaris : Gan Chee Yen.
  • Komisaris : Ernest Wong Yuen Weng.
  • Komisaris Independen : Manggi Taruna Habir.
  • Komisaris Independen : Made Sukada.


Dewan Pengawas Syariah
  • Ketua : Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin.
  • Anggota : Drs H. Karnaen A. Perwataatmadja, MPA, FII S.
  • Anggota : Dr. Hasanudin, M.Ag.


Visi Bank Danamon Indonesia
Kami peduli dan membantu jutaan orang mencapai kesejahteraan”


Misi Bank Danamon Indonesia
Menjadi organisasi yang berorientasi ke nasabah, yang melayani semua segmen, dengan menawarkan nilai yang unik untuk masing-masing segmen, berdasarkan keunggulan penjualan dan pelayanan, dengan didukung oleh teknologi kelas dunia.

Brand Personality

  • Memberdayakan – Untuk Anda, Bisa.

  • Enerjik – Kerja keras dan pantang menyerah.

  • Proaktif – Mengambil inisiatif serta senantiasa mengantisipasi kebutuhan dan tantangan.

  • Adaptif – Mampu menyesuaikan diri di lingkungan yang berubah.

  • Mampu – Terlatih dengan baik serta memiliki pengetahuan.

  • Tulus – Menyatakan apa yang sebenarnya, serta melaksanakan apa yang dijanjikan.



Tonggak Sejarah


2013
Kerjasama dengan Wells Fargo dan Overseas Private Investment Corporation (OPIC) serta International Finance Corporation (IFC) untuk membiayai sektor UMKM Indonesia. Jumlah transaksi online per bulan melalui Danamon Online Banking mencapai 2,6 juta. Pembangunan kantor pusat Danamon baru “Menara Danamon” Penerbitan laporan keberlanjutan bersertifikasi global reporting Initiative (grI) per bulan melalui Danamon Online Banking mencapai 2,6 juta. Pembangunan kantor pusat Danamon baru “Menara Danamon” Penerbitan laporan keberlanjutan bersertifikasi global reporting Initiative (grI).

2012

Perluasan kantor cabang Solusi Emas Syariah
Peluncuran kartu debit dan ATM Manchester United

2011

Rights issue senilai Rp 5 triliun
Perayaan hari jadi Danamon yang ke-55

2010

Danamon dan Adira Finance melakukan penerbitan Obligasi dengan Bunga Tetap untuk meragamkan sumber pendanaan 

2009

Rights Issue senilai Rp4 triliun
Penambahan Kepemilikan Saham di Adira menjadi 95%

2008

Persemian Danamon Corporate University
Perluasan jaringan kantor cabang

2007

Peluncuran DirhamCard, Kartu Kredit Syariah pertama di Indonesia

2006

Akuisisi Bisnis Kartu American Express di Indonesia
Perayaan Hari Jadi Danamon yang ke-50

2005

Ekspansi jaringan cabang Danamon Simpan Pinjam
Peluncuran Visi, Misi dan Nilai Perusahaan yang baru

2004

Peluncuran Danamon Simpan Pinjam.
Akuisisi Adira Finance

2003

Akuisisi mayoritas saham Pemerintah oleh Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd.

2000

Legal merger dengan 8 bank yang diambil alih Pemerintah (Bank Taken Over)

1998

Diambil alih oleh Pemerintah akibat krisis keuangan Asia

1989

Menjadi perusahaan publik melalui penawaran saham di Bursa Efek Jakarta

1988

Menjadi Bank Devisa pertama di Indonesia

1976

Berubah nama menjadi PT Bank Danamon Indonesia

1956

Didirikan sebagai Bank Kopra Indonesia

Ciri-Ciri, Unsur dan Teori Organisasi


Ciri-Ciri Organisasi
PT. Bank Danamon Indonesia Tbk, merupakan organisasi modern karena hingga saat ini pertumbuhan dan perkembangan organisasinya semakin besar, pengolahan datanya yang semakin cepat dan unsur-unsur organisasinya yang lengkap. Ditambah lagi dengan penghargaan-penghargaan yang diberikan atas capaiannya selama ini dalam bidang perbankan.


Unsur Organisasi
Dengan didukung sumber daya manusianya yang kompeten di bidangnya masing, ditunjang dengan teknologi informasinya yang memadai, serta kerja sama antara pihak internal dan eksternalnya yang baik memudahkan Bank Danamon dalam mencapai tujuan bersama.


Teori Organisasi
PT. Bank Danamon Indonesia Tbk. menggunakan Teori Neo Klasik (Teori Hubungan atau Manusiawi) sebagai dasar organisasinya yang menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan. Hal ini selaras dengan Visi Bank Danamon Indonesia yaitu “Kami peduli dan membantu jutaan orang mencapai kesejahteraan”.


Macam Organisasi dari Segi Tujuan


PT. Bank Danamon Indonesia Tbk. termasuk dalam Organisasi Niaga karena tujuan utamanya adalah mencari keuntungan. PT. Bank Danamon Indonesia Tbk. adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan dan berbentuk perseroan terbatas (PT).


Sumber :
http://www.danamon.co.id




Postingan populer dari blog ini

[UPDATE] TWRP 3.0.0-0 For Samsung Galaxy V SM-G313HZ

Philz Recovery 5.15.9 For Spreadtrum SC8830

[CUSTOM ROM] Nemoid ROM v1